Gonzo Menghadapi 2009
Hah, ada apa dengan Gonzo? Apakah mereka berencana untuk maju dalam Pilpres 2009, mau menyaingi SBY, Megawati, atau Sultan?

Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pemilu 2009 maupun merah-kuning-hijau, kali ini adalah update kabar terbaru dari salah satu studio anime ternama ini.
Laporan terbaru menunjukkan fakta, Gonzo salah satu anak perusahaan GDH, akan melakukan restrukturisasi besar-besaran dan melakukan pemotongan jumlah karyawan dan anggaran.
Selain itu, perusahaan yang terkenal dengan anime Samurai 7, Strike Witches, dan seri Rosario+Vampire ini akan lebih memfokuskan diri pada anime mainstream.
Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah memotong jumlah anime yang diproduksi, dari delapan menjadi empat buah. Pemotongan gaji pun dilakukan, sebesar 50 persen untuk CEO dan lebih sedikit untuk direktur dan komisaris.
Kondisi pasar yang buruk dan buruknya penjualan dituding menjadi penyebab restrukturisasi ini. Penjualan DVD yang menurun, ditambah krisis finansial yang melanda dunia, membuat perusahaan ini melaporkan pembukuan rugi hingga beberapa puluh persen.
Dengan melakukan konsolidasi manajemen dan bisnis, perusahaan ini akan lebih siap dan lebih solid dalam mengantisipasi pergerakan pasar nantinya.
Laporan resmi dapat dibaca di sini.
(BusinessWeek report style ends here.)
Hmm, jadi apa yang bisa disimpulkan? Yah, krisis yang memaksa mereka melakukannya. Untuk anime yang tayang 2009, memang baru empat buah judul yang telah dikonfirmasi, yakni The Tower of DRUAGA -the Sword of URUK-, Slap Up Party -Arad Senki-, Shangri-La, dan Alive - Saishū Shinka teki Shōnen.
Pengumuman mereka untuk lebih fokus ke pasar mainstream sepertinya adalah suatu pukulan telak bagi pasar niche otaku saat ini.
Yang kena tidak hanya unit anime saja, tapi juga seluruh unit bisnis mereka yang lain seperti bisnis game online.
Kabar ini adalah salah satu kabar buram di tengah perekonomian yang buram kali ini. Siapa korban berikutnya? Tidak ada yang tahu.
Shin Muhammad | Sumber ANN | KAORI News Online


![This day is assumed to be the day of the misfortune, and there is a custom of abhorring the present of the marriage etc.Therefore, the person who holds a wedding on this day is a little. There is a Wedding Hall that offers cut rates at the most unlucky day, too. It is said, [The prolonged buddhist ceremony is good on the day from which what also refrains if suffering]. This day is assumed to be the day of the misfortune, and there is a custom of abhorring the present of the marriage etc.Therefore, the person who holds a wedding on this day is a little. There is a Wedding Hall that offers cut rates at the most unlucky day, too. It is said, [The prolonged buddhist ceremony is good on the day from which what also refrains if suffering].](http://www.kaorinusantara.net/wp-content/plugins/koyomi/image/roku3.gif)
Loading...